merajut mimpi


MERAJUT MIMPI……

“  Apa aku salah ketika aku memiliki mimpi, aku hanya ingin menjadi penulis, meski sering terjatuh dan terseok melangkah tapi sekarang justru mimpilah yang menguatkanku… mengingatkanku betapa pahitnya kenyataan itu. Namun aku yakin bersama kalian… aku mampu tuk merajut mimpi itu..”
29 januari 2006
 Yah umurku kira-kira 13 tahun saat itu diary. Mobil putih yang terus berdengung di depan rumahku, seolah menohok batinku kala itu. Menyaksikan orang yang amat aku cintai terbaring kaku dalam mobil putih bertuliskan “ Puskesmas Lambu”. Ibuku. Pergi dengan membawa sembilu yang begitu tajam menghantamku.
17 mei 2005
“ Bu,, nyanyiin Mitha lagu … “ sembari memeluknya.
Bila kau cinta pada kekasihmu
lebihlah cinta kepada ibumu…
Bait lagu yang kau nyanyikan untukku, selalu terekam indah dalam memoriku. Ibu.
kuntum rindu yang terus bermekaran…. sejatinya… ibu selalu hidup dihatiku…
dulu, sekarang dan selamanya….
***
4 Agustus 2006
“ Ayah, Muthia sakit… harus segera dibawa ke puskesmas..” ujarku khawatir.
jangan berharap rumah sakit di pedesaan seperti kampungku, bahkan kerap kali aku mengutuk para penguasa, kenapa??? karna salah satu penyebab ibuku “ pergi” karna jarak rumah sakit dengan kampungku  sangat jauh…. kau tau…. betapa menyakitkannya ketika kau tahu orang yang teramat kau kasihi meninggal dalam perjalanan kerumah sakit…. Dunia seolah memperolokku ry…
“ Duh Muthia sedang tidur ya… anak manis…” ujar nenekku sembari mencium adik bungsuku yang baru berumur 1 tahun 2 bulan itu.
Perih. seperti ada tombak yang menancap dalam hatiku, mencabiknya lalu meninggalkannya begitu saja. Ya Rabb…. beri kami kekuatan…
“ Nek… Muthia udah ngga ada… ia dijemput sama ibu…” air mataku jatuh  ya Rabb… ingin rasanya aku berteriak.. hatiku rasanya sudah tidak mampu tuk menampung perih ini….
Tangis nenekku lebih menyakitkan…. perih… sekali lagi perih bahkan seribu kali lebih perih…
“ Adik anda meninggal… kami tidak dapat menemukan titik nadinya… sulit melakukan opname, sementara titik nadinya kami temukan di bagian kepala… maafkan kami..” ujarnya sembari berlalu.
***
29 Mei 2011
Kota daeng begitu indah, hujan menyelimuti bumi  Makassar saatku tiba di Red Campus diary, gedung –gedung pencakar berdiri angkuh didepanku “ aku akan manaklukan dunia lewat tulisanku kelak” batinku.
Kau tahu diary….  Aku selalu merasa dunia begitu kejam memperolok hidupku…. disaat aku membutuhkan sosok ibu, ia pergi. Namun aku selalu yakin, yakin akan janji-Nya…. bahwa setelah kesulitan ada kemudahan…. dan aku tidak pernah ragu itu diary….
****


Dancing with star…
Ry….
bukuku… terpampang manis di salah satu toko buku ternama di Makassar…. kutunaikan janjiku pada diriku… bahwa aku telah menjadi penulis….
***
12 Juni 2012
“ Selamat ya Mitha… novelmu memenangkan lomba menulis novel tingkat Makassar, dan akan segera diterbitkan…” ujar Farah, teman satu organisasiku.
Ry…
Allah tidak pernah ingkar terhadap janji-Nya…. jikapun tidak sekarang, aku yakin rencana-Nya untukku akan jauh lebih indah….
***
“ bermimpilah dan banggalah dengan mimpi itu, asalkan mimpi itu tidak menjadikanmu sebagi pemimpi “ bodoh” tapi mimpi yang kelak menjadikanmu seorang pemenang”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TASBIH PELANGI UNTUK SALSA

BERPIKIR POSITIF... susah nggk sih????

PEREMPUAN DAN POLEMIKNYA