Mengulik Langkah Cerdas APRIL Group mewujudkan Green Economy di Indonesia
Green Economy adalah salah satu program yang dicanangkan pemerintah demi mewujudkan ekonomi berkelanjutan (Sustainability Economy). Banyak upaya yang telah di lakukan agar program ini dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Diantaranya dengan mengeluarkan UU No. 71 tahun 2021 tentang komitmen target penurunan emisi gas rumah kaca sebanyak 29%.
Tugas ini tentu membutuhkan effort yang besar bagi pemerintah. Lantas bagaimana solusinya? Adanya dukungan dari berbagai pihak.
APRIL Group ( Asia Pacific Resources International Limited) adalah salah satu pihak yang mempunyai visi yang selaras dengan pemerintah terkait dengan program ini. APRIL Group sendiri adalah produsen serat terbarukan dan produk berbasis bio yang mengelola hutan tanaman industri.
APRIL Group memulai pengembangan hutan tanaman di provinsi Riau Sumatera dan pembangunan pabrik di Pelalawan Kerinci dari tahun 1993 . Produksi pulp komersial dimulai pada tahun 1995 , diikuti oleh produksi kertas komersial pada tahun 1998
Lantas langkah apa saja yang dilakukan APRIL Group untuk mewujudkan cita-cita pemerintah dalam ekonomi hijau untuk Indonesia?
- Pengurangan Emisi Karbon dengan Instalasi Panel Surya
Emisi berkaitan dengan proses perpindahan suatu zat atau benda. Emisi karbon adalah gas yang dikeluarkan dari hasil pembakaran segala senyawa yang mengandung karbon seperti CO2, solar, bensin, LPG, serta bahan bakar lainnya.
Fenomena ini menjadi salah satu alasan krusial yang menyebabkan perubahan iklim serta pemanasan global.
APRIL Group tentu sangat paham kondisi ini akan berdampak buruk bagi iklim dunia. Khususnya Indonesia. Maka dilakukanlah suatu langkah yang cerdas yaitu dengan Instalasi Panel Surya.
Instalasi ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah organik dari proses produksi sebagai sumber energi terbarukan yang akan digunakan kembali dalam proses operasional, memenuhi lebih dari 80 persen kebutuhan listrik.
Instalasip ini tidak hanya dipasang di daerah operasional saja melainkan juga tempat pembuangan akhir produksi (landfill).
Instalasi panel Surya ini diharapkan mampu mengurangi emisi karbon untuk menciptakan iklim positif yang sejalan dengan visi APRIL 2030 agar mencapai Net Zero Emission.
Proyek ini tentu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah khususnya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) yang mana diharapkan dengan proyek ini upaya Indonesia untuk menuju Green Economy akan tercapai.
2.Pengelolaan (Risiko) Kebakaran dengan program Desa Bebas Api APRIL.
Hutan sebagai sarana tempat tinggal makhluk hidup merupakan salah satu fungsi yang terus dijaga kelestariannya. Berbagai macam tumbuhan dan tanaman yang berkembang biak di hutan menjadi sumber keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi manusia. Oleh karena itu, hutan memiliki peranan yang sangat penting mencegah perubahan iklim. Beragam pohon yang ada dalam hutan mampu menyerap karbon dioksida dan melepas oksigen.
Hutan juga berperan sebagai daerah resapan air sehingga mampu mencegah banjir.
Kebakaran hutan adalah momok bagi kita tentunya. Menurut U.S. Fire Service terjadi lebih dari 700 kebakaran hutan setiap tahunnya dan membakar lebih dari 7 juta hektar lahan. Angka ini terus meningkat seiring dengan pemanasan global yang membuat masalah ini tidak bisa dianggap remeh lagi.
Lantas bagaimana jika terjadi kebakaran hutan? Bagaimana langkah APRIL Group mengelola risiko tersebut?
Dalam laporan keberlanjutan (sustainability) APRIL Group memuat Fire Manajement tentang pengelolaan (Risiko) Kebakaran dengan beberapa program. Salah satu program yang cukup unik ialah Program Desa Bebas Api.
Program ini merupakan langkah APRIL Group dalam mencegah kebakaran yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan melalui sosialisasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar mengenai dampak negatif dari kebakaran lahan di wilayah Riau.
Program ini terdiri dari tiga tahap yaitu; Desa Peduli Api, Desa Bebas Api dan Desa Tangguh Api.
Tujuan program ini ialah agar masyarakat sekitar dapat meningkatkan kemampuan sosial dan ekonomi tanpa menggunakan metode tradisional seperti membuka lahan dengan membakar.
3. Investasi Pabrik Kertas Kemasan Berkelanjutan
APRIL Group akan memperluas produknya di sektor hilir dengan menginvestasikan dana sebanyak 33,4 Triliun untuk mendirikan fasilitas produksi kertas kemasan (paperboard) berkelanjutan.
Investasi ini sebagai bukti sekaligus mempertegas dukungan APRIL Group terhadap pemerintah melalui program Green Economy.
Investasi ini hadir seiring dengan makin gencarnya upaya global untuk mengurangi penggunaan plastik, polyester dan material berbahan dasar fosil.
Akhir kata tentu sangat banyak jika ingin dijabarkan langkah- langkah cerdas yang dilakukan APRIL Group untuk mendukung Green Economy demi mewujudkan lingkungan sehat bagi Indonesia maupun Global. Mari kita sebagai warga negara mendukung langkah-langkah ini sebagai upaya untuk INDONESIA PULIH LEBIH CEPAT, BANGKIT LEBIH KUAT.




Komentar
Posting Komentar