PACARAN,,,,antara butuh atau perlu?????????????
Cinta buat remaja itu sepeti sebuah magnet yang dapat membuat tarik menarik(emang magnet kaleee,,,hehehe)
tapi bener nggak sich kalo cinta itu sebuah kebutuhan????????
Nah,,, menurut survei yang saya lakukan sendiri(cieeeee!!!!!) ternyata bagi sebagian besar remaja pacaran adaLah kebutuhan,,,,waduh,,,, bahaya to,,,,,(ngalahin sembako:D)
Kenapa begitu ya?????????
Banyak alasan yang mendasari menurut mereka, apa saja ya kira-kira???
Dari survey yang telah dilakukan selama hampir setahun(hehehe... lama amatt....) dan dari pengalaman sendiri...( ketahuan donk pernah pacaran...hehehe:P). Ada beberapa alasan yang mendasari remaja melakukan " amalan" PACARAN:P, antara lain:
1. Takut dibilang nggak laku...nah lo..!!!
Alasan klise, untuk para remaja yang masih ababil alias ABG labil, mempunyai pacar itu biar keliahatan " laku" ( barang kalee..:P beli 1 gratis 1.. hehehe) namun , itulah fakta yang terjadi. Bukan tanpa alasan, walaupun saya kurang setuju dengan teori " nggak laku" apabila nggak punya pacar, terutama bagi kalangan perempuan, Rasulullah saja mengatakan hak menikah itu berada pada wanita( apa hubungannya coba???). Dalam artian apabila wanita tetap istiqamah dengan pilihannya sebagai " high quality jomblo " karna syariat.... maka sebenarnya merekalah yang memilih laki-laki terbaik dalam hidupnya,,, bagaimana,, setuju tidak???( yang jomblo angkat tangan...hehehe)
Untuk laki-laki pun sebenarnya seperti itu, bukankah Allah sudah menjanjikan bahwa perempuan yang baik hanya untuk laki- laki yang baik pula...( semangat!!!)
2. Biar ada tempat curhat
Ini terjadi ketika saya menginjakkan kaki di SMP ( ehm... masih unyu-unyu kata orang:P), ketika itu saya memiliki seorang teman dekat, suatu hari saya bertanya " apa sih keuntungannya pacaran???". Dengan bangga dia bilang.." Litha... punya pacar itu asyik... ada yang merhatiin, yang paling penting kita bisa curhat apa saja sama dia... beda deh pokoknya,, ini teori yang menurut saya sangat " menyesatkan". Kenapa??? Kita memiliki Allah untuk tempat berkeluh kesah..Right??? tidak perlu dengan seorang pacar kita bisa curhat-curhatan( asal jangan sampai ghibah saja ya..
:D.. bukankah Allah memberikan kita kenikmatan dengan memilki keluarga dan sahabat??? lantas kenapa kita tidak bersyukur dengan semua itu???
kembali ke laptop.... lagipula untuk apa menjalin suatu hubungan dengan seseorang yang belum tentu menjadi halal untuk kita, istilah saya waktu SMA ke teman- teman mereka itu " kekasih haram" hehehe:D
3. Cinta itu harus diungkapkan
Saya setuju dengan kalimat diatas, bahkan Rasulullah SAW yang notabene adalah seorang Rasul, menyuruh saudara muslim apabila menyukai muslim lainnya untuk mengungkapkannya, namun bukan dengan jalan PACARAN!!!! why????
of course... karna tidak ada syariatnya,,, setuju??? kalau suka lngsung ajak nikah...gimana ,, siap nggak..:D
Cinta itu fitrahnya manusia, tapi cara membingkai cinta itu bukan dengan PACARAN but MARRIED alias NIKAH.
baiklah teman2 yang berbahagia:D...( yang sedang tidak bahagia, ikut aj ya,,hehehe)
berhubung Litha sudah lagi free dari tugas, Litha mau memberikan sedikit tips, agar kita terhindar dari "syahwat yang berkedok cinta"..(ada udang dibalik batu... nah lo!!:P
1. Jomblo..??? why not!!!
Kata jomblo mungkin bagi sebagian remaja yang telah mengenal cinta itu adalah malapetaka( nggak segitunya juga kali Litha..:D...) eh tapi bener lo... Bahkan dikalangan remaja apabila ada yang tidak memilki pasangan ,,, praktis ia akan di ejek bahkan dicela( pernah ngalamin sih...hiks:'(
Padahal menjadi jomblo adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki diri sebelum Allah SWT mempertemukan kita dengan seseorang yang tepat pula. Yang setuju angkat jempol dulu:D.
Dikalangan remaja yang sedang dalam tahap transisi mengenal cinta memang adalah tanda dia telah baligh.Right??? Kita umumnya MENCARI seseorang yang baik untuk menjadi pasangan kita, namun cobalah kita MENJADI yang baik dahulu. Karna jomblo adalah masa kita untuk memperbaiki akhlak dan menjadikan kita sebagai sebaik-baiknya orang yang akan dijadikan pasangan.... betul???? hehehe:D
Analogi mudahnya seperti ini, Litha menginginkan sebuah rumah yang mewah, namun sebelum ia mampu mewujudkan keinginannya itu, Litha harus berusaha keras terlebih daahulu. Misalnya dengan bekerja dan menyisihkan uang hasil kerja kerasnya. Maka ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Seperti itu pula apabila seorang laki-laki atau perempuan ingin medapatkan yang terbaik dalam hidupnya yang kudu disiapkan adalah dirinya sendiri. Seperti janji Allah dalam surah An-Nur:26, yang artinya:
“ perempuan yang keji utuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk peempuan yang keji(pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik (pula).”
Jadi, dengan menyandang “ gelar” jomblo sejati pun kita mampu untuk mendapatkan seseorang yang terbaik buat kita.
So, jomblo?? why not!!!
2. 2S ( antara syariat dan syahwat)
Pacaran sangat erat dengan syahwat. Benar nggak sih???
Oke pasti ada dari kalian yang kurang setuju dengan konsep ini, barangkali ada yang menyangkal..”tidaak, saya mencintainya karna dia baik, sholehah dan bla bla blaa”. Baiklah itu adalah hak dari saudara-saudara sekalian. Oke, pada saat ini tanyakan pada diri masing-masing ( bagi yang punya pacar ya..:D). Saat ini seberapa besar keinginanmu untuk memilikinya??? nah kalau sangat besar, bisa jadi itu adalah syahwat. Namun apabila sangat besar keinginan dan anda menyangkal itu syahwat, saran Litha Cuma satu, cari penghulu di RT setempat (hehehe…:D) itu yang bagus, sehingga keinginan anda yang begitu besar itu dapat tersalurkan sesuai dengai bingkai islam yang syar’i.
Pernah dengar cerita seorang pemuda pada zaman Rasulullah yang menyukai seorang gadis, ia lalu mengungkapkaan pada Rasulullah SAW bahwa ia menyukai gadis tersebut, lalu oleh Rasulullah, ia disegerakan untuk melamar sang pujaan hati..so sweet ya,,!!, ini baru keren… :D
dan inilah memang yang disyariatkan…:D
Ada yang berani begitu wahai para pemuda??:D
3. Ketika cinta menyapa
Seperti judulnya diatas” ketika cinta menyapa”. Bagaimana cara menyikapinya ya,,??? Mungkin jawaban dari teman-teman akan beragam ada yang mengatakan cinta harus diungkapkan, harus dibuktikan dengan ngambil toa mesjid trus naik ke monument mandala cuma buat bilang cinta sama si pujaan hati… hehehe segitunya ya…!!!
Apapun jawaban dari teman-teman , saya akan membenarkan. Karna itu adalah ekspresi dari perasaan anda. Namun mungkin kurang tepat. Cinta adalah perasaan alami manusia, cinta itu boleh diungkapkan dan boleh juga nggak… mungkin dari sebagian besar teman-teman pernah mendengar kisah cinta Sayyidina Ali dan Fatimah Azzahra??? itu adalah salah satu kisah cinta yang menurut saya pribadi sangat mengesankan( ngarep bisa seperti mereka:D)
Cinta diungkapkan, right!! tapi dengan catatan tidak diproklamirkan dengan PACARAN. Batasan-batasan pergaulan dalam islam sudah sangat jelas.:D
Nah kalau sudah terbingkai dengan pernikahan kan, jadinya halal….:D
Catatan terakhir Litha, Bergaul dengan lawan jenis itu boleh, Islam tidak pernah melarangnya, selama pergaulan itu memenuhi batasan-batasan yang ditentukan oleh Ad-Din kita…
***********
tapi bener nggak sich kalo cinta itu sebuah kebutuhan????????
Nah,,, menurut survei yang saya lakukan sendiri(cieeeee!!!!!) ternyata bagi sebagian besar remaja pacaran adaLah kebutuhan,,,,waduh,,,, bahaya to,,,,,(ngalahin sembako:D)
Kenapa begitu ya?????????
Banyak alasan yang mendasari menurut mereka, apa saja ya kira-kira???
Dari survey yang telah dilakukan selama hampir setahun(hehehe... lama amatt....) dan dari pengalaman sendiri...( ketahuan donk pernah pacaran...hehehe:P). Ada beberapa alasan yang mendasari remaja melakukan " amalan" PACARAN:P, antara lain:
1. Takut dibilang nggak laku...nah lo..!!!
Alasan klise, untuk para remaja yang masih ababil alias ABG labil, mempunyai pacar itu biar keliahatan " laku" ( barang kalee..:P beli 1 gratis 1.. hehehe) namun , itulah fakta yang terjadi. Bukan tanpa alasan, walaupun saya kurang setuju dengan teori " nggak laku" apabila nggak punya pacar, terutama bagi kalangan perempuan, Rasulullah saja mengatakan hak menikah itu berada pada wanita( apa hubungannya coba???). Dalam artian apabila wanita tetap istiqamah dengan pilihannya sebagai " high quality jomblo " karna syariat.... maka sebenarnya merekalah yang memilih laki-laki terbaik dalam hidupnya,,, bagaimana,, setuju tidak???( yang jomblo angkat tangan...hehehe)
Untuk laki-laki pun sebenarnya seperti itu, bukankah Allah sudah menjanjikan bahwa perempuan yang baik hanya untuk laki- laki yang baik pula...( semangat!!!)
2. Biar ada tempat curhat
Ini terjadi ketika saya menginjakkan kaki di SMP ( ehm... masih unyu-unyu kata orang:P), ketika itu saya memiliki seorang teman dekat, suatu hari saya bertanya " apa sih keuntungannya pacaran???". Dengan bangga dia bilang.." Litha... punya pacar itu asyik... ada yang merhatiin, yang paling penting kita bisa curhat apa saja sama dia... beda deh pokoknya,, ini teori yang menurut saya sangat " menyesatkan". Kenapa??? Kita memiliki Allah untuk tempat berkeluh kesah..Right??? tidak perlu dengan seorang pacar kita bisa curhat-curhatan( asal jangan sampai ghibah saja ya..
:D.. bukankah Allah memberikan kita kenikmatan dengan memilki keluarga dan sahabat??? lantas kenapa kita tidak bersyukur dengan semua itu???
kembali ke laptop.... lagipula untuk apa menjalin suatu hubungan dengan seseorang yang belum tentu menjadi halal untuk kita, istilah saya waktu SMA ke teman- teman mereka itu " kekasih haram" hehehe:D
3. Cinta itu harus diungkapkan
Saya setuju dengan kalimat diatas, bahkan Rasulullah SAW yang notabene adalah seorang Rasul, menyuruh saudara muslim apabila menyukai muslim lainnya untuk mengungkapkannya, namun bukan dengan jalan PACARAN!!!! why????
of course... karna tidak ada syariatnya,,, setuju??? kalau suka lngsung ajak nikah...gimana ,, siap nggak..:D
Cinta itu fitrahnya manusia, tapi cara membingkai cinta itu bukan dengan PACARAN but MARRIED alias NIKAH.
baiklah teman2 yang berbahagia:D...( yang sedang tidak bahagia, ikut aj ya,,hehehe)
berhubung Litha sudah lagi free dari tugas, Litha mau memberikan sedikit tips, agar kita terhindar dari "syahwat yang berkedok cinta"..(ada udang dibalik batu... nah lo!!:P
1. Jomblo..??? why not!!!
Kata jomblo mungkin bagi sebagian remaja yang telah mengenal cinta itu adalah malapetaka( nggak segitunya juga kali Litha..:D...) eh tapi bener lo... Bahkan dikalangan remaja apabila ada yang tidak memilki pasangan ,,, praktis ia akan di ejek bahkan dicela( pernah ngalamin sih...hiks:'(
Padahal menjadi jomblo adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki diri sebelum Allah SWT mempertemukan kita dengan seseorang yang tepat pula. Yang setuju angkat jempol dulu:D.
Dikalangan remaja yang sedang dalam tahap transisi mengenal cinta memang adalah tanda dia telah baligh.Right??? Kita umumnya MENCARI seseorang yang baik untuk menjadi pasangan kita, namun cobalah kita MENJADI yang baik dahulu. Karna jomblo adalah masa kita untuk memperbaiki akhlak dan menjadikan kita sebagai sebaik-baiknya orang yang akan dijadikan pasangan.... betul???? hehehe:D
Analogi mudahnya seperti ini, Litha menginginkan sebuah rumah yang mewah, namun sebelum ia mampu mewujudkan keinginannya itu, Litha harus berusaha keras terlebih daahulu. Misalnya dengan bekerja dan menyisihkan uang hasil kerja kerasnya. Maka ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Seperti itu pula apabila seorang laki-laki atau perempuan ingin medapatkan yang terbaik dalam hidupnya yang kudu disiapkan adalah dirinya sendiri. Seperti janji Allah dalam surah An-Nur:26, yang artinya:
“ perempuan yang keji utuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk peempuan yang keji(pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik (pula).”
Jadi, dengan menyandang “ gelar” jomblo sejati pun kita mampu untuk mendapatkan seseorang yang terbaik buat kita.
So, jomblo?? why not!!!
2. 2S ( antara syariat dan syahwat)
Pacaran sangat erat dengan syahwat. Benar nggak sih???
Oke pasti ada dari kalian yang kurang setuju dengan konsep ini, barangkali ada yang menyangkal..”tidaak, saya mencintainya karna dia baik, sholehah dan bla bla blaa”. Baiklah itu adalah hak dari saudara-saudara sekalian. Oke, pada saat ini tanyakan pada diri masing-masing ( bagi yang punya pacar ya..:D). Saat ini seberapa besar keinginanmu untuk memilikinya??? nah kalau sangat besar, bisa jadi itu adalah syahwat. Namun apabila sangat besar keinginan dan anda menyangkal itu syahwat, saran Litha Cuma satu, cari penghulu di RT setempat (hehehe…:D) itu yang bagus, sehingga keinginan anda yang begitu besar itu dapat tersalurkan sesuai dengai bingkai islam yang syar’i.
Pernah dengar cerita seorang pemuda pada zaman Rasulullah yang menyukai seorang gadis, ia lalu mengungkapkaan pada Rasulullah SAW bahwa ia menyukai gadis tersebut, lalu oleh Rasulullah, ia disegerakan untuk melamar sang pujaan hati..so sweet ya,,!!, ini baru keren… :D
dan inilah memang yang disyariatkan…:D
Ada yang berani begitu wahai para pemuda??:D
3. Ketika cinta menyapa
Seperti judulnya diatas” ketika cinta menyapa”. Bagaimana cara menyikapinya ya,,??? Mungkin jawaban dari teman-teman akan beragam ada yang mengatakan cinta harus diungkapkan, harus dibuktikan dengan ngambil toa mesjid trus naik ke monument mandala cuma buat bilang cinta sama si pujaan hati… hehehe segitunya ya…!!!
Apapun jawaban dari teman-teman , saya akan membenarkan. Karna itu adalah ekspresi dari perasaan anda. Namun mungkin kurang tepat. Cinta adalah perasaan alami manusia, cinta itu boleh diungkapkan dan boleh juga nggak… mungkin dari sebagian besar teman-teman pernah mendengar kisah cinta Sayyidina Ali dan Fatimah Azzahra??? itu adalah salah satu kisah cinta yang menurut saya pribadi sangat mengesankan( ngarep bisa seperti mereka:D)
Cinta diungkapkan, right!! tapi dengan catatan tidak diproklamirkan dengan PACARAN. Batasan-batasan pergaulan dalam islam sudah sangat jelas.:D
Nah kalau sudah terbingkai dengan pernikahan kan, jadinya halal….:D
Catatan terakhir Litha, Bergaul dengan lawan jenis itu boleh, Islam tidak pernah melarangnya, selama pergaulan itu memenuhi batasan-batasan yang ditentukan oleh Ad-Din kita…
***********
Komentar
Posting Komentar