Two face of akhwat
Two face of akhwat
“terdengar klise mungkin, tapi aku percaya itu. Mata bisa salah menilai sesuatu. Tapi hati???”
“Hai,,, namaku Rani. Aku biasa disapa ukhti Aisyah, yah itu adalah nama hijrahku di LDK( Lembaga Dakwah Kampus). Murabiahku, kak Muthmainnah yang memberiku nama itu.
Sekilas aku tampak bahagia dengan pilihanku sebagai muslimah yang selalu berusaha menjalankan syariat agama . Tarbiyah, menutup auratku, birrul walidain dan seluruh perintah agama dengan taat kucoba tuk laksanakn.
Namun, tahukah kalian??aku merasa tak pantas menyandang “ gelar” akhwat. Kenapa?? tak banyak yang tahu. Mungkin hanya diriku dan Allah pastinya. Aku mengidap suatu “ penyakit “ yang dimana aku tak pernah bisa menahan pandanganku dari lawan jenisku.
Manusiawi? yah… tapi aku merasa aku memiliki “dua wajah” . Disatu sisi, aku tak ingin bersentuhan dengan seseorang yang belum tentu akan menjadi halal untukku. Namun, disisi lain, sebagai perempuan normal, aku tak bisa menjaga pandanganku.
Ya Rabb,,,
Sampai suatu hari…..
Laki-laki itu hadir dalam hidupku, kak Ahmad, ya itulah nama laki-laki yang mampu “mencuri” hati dan pikiranku. Semenjak kehadirannya aku merasa niatku berubah “haluan”, ya… aku menjalani kegiatan LDK hanya karna aku ingin selalu berada dekatnyaa Astagfirullah… jaga hati hamba ya Rabb…
“ De.. maukah kau menjadi Aisyah untuk kakak?” tanyanya ketika taaruf itu berlangsung.
seketika itu air mataku meleleh,, kurasakan butir-butir air mata itu jatuh menghangati pipiku.
“ Afwan kak, kakak harus lebih mengenal ade’ lebih jauh… aku bukan….” kata-kataku tersedat aku tak mampu untuk melanjutkan kalimat itu.
“Allah yang lebih mengetetahui hati manusia de’.. entah mengapa hati kakak hanya tertaut padamu.. silahkan istikharah dulu” katanya mengkahiri taarruf hari itu.
Malam merambah, menjalari sunyi disudut hati insan, disuatu sudut kamar, seorang gadis terisak
“ Ya Allah… jika ini adalah taqdir yang harus hamba jalani… luruskanlah niat hamba utuk menyempurnakan separuh Din-Mu ya Allah… jika ia memang yang terbaik untuk hamba tetapkanlah hati hamba Ya Rabb…”
Alhamdulillah…. tanggal 12 Rabiul Awal walimahanku… Aku tidak ingin menjadi akhwat dengan “ dua wajah” lagi….
**********
“ Hati itu sangat rapuh,, bahkan ketika kamu berpikir hati mu kuat… saat itulah hatimu merapuh…. “
Komentar
Posting Komentar