“PANAH CINTA TITIPAN RASULULLAH”
“PANAH CINTA TITIPAN RASULULLAH”
“cinta itu tidak berdefinisi ia lukisan abadi dalam kanvas kesadaran manusia…..Dengan kekuatan cinta engkau mampu untuk mendaki puncak iman”
“Dan pemenang lomba memanah tahu ini adalah….Yasmin… dari SMAN 2 BANDUNG”
Suara protocol itu mambahana disetiap sudut ruangan aula kesenian Jakarta
Terlihat seorang gadis berjilbab menghampirinya….
Disudut lain ada yang kecewa.
Matahari kini merendah diujung langit,perlahan-lahan bolanya seolah mencium bumi
“Allahu Akbar….Allahu…akbar …!!!”
Suara adzan membahana disegala penjuru negri, seorang gadis berjilbab merah jambu mempercepat langkahnya.
Sesampainya ia….
“Assalamualaikum…”
“Waalaikumsalam ….neng farah…darimana saja…”Tanya seorang perempuan setengah baya.
“habis latihan bi…oh ya ummi sama abi lagi shalat ya..???”
“iya neng ,,,ini bibi juga mau siap-siap”
“berjamaah ya bi…aku ambil air wudhu dulu”
Malam itu keluarga pak Hasan resmi menjadi penghuni baru di kompleks itu.
Sinar matahari memnacar hangat, kicau burung seolah berdendang ria menyambut pagi itu,mesin-mesin motor menderu dijalan,disudut kota metropolitan itu terlihat gadis itu menaiki mobil.
“SMU KIRANA CENDANA”
Kata itulah yang terpampang manis ketika mobil itu terhenti.
“Farah masuk dulu ya abi..”
“iya..hati-hati, niatkan ibadah”
“iya bi, Asslamualaikum “
“waalaikumsalam”
Gadis itupun melewati ujung koridor sekolah, tujuannya ialah ruang kepala sekolah.Sesampainya ia,seorang guru muda menghampirinya
“kamu Yasmin Alfarahsifah ya…??”Tanya guru muda itu
“iya bu…”
“oh ya kenalkan saya wali kelasmu bu Dian. Tadi bapak kepsek sudah memberitahu saya, ayo kita langsung ke kelas”
#XII IPA #
Tulisan itu terpampang disebuah kellas yang gaduh
“selamat pagi anak-anak”
“Pagi buuu”jawab mereka serentak
“hari ini kalian kedatangan teman baru dia pindahan dari Bandung, nah farah perkenalkan diri kamu”
“Asslamualaikum..”
Belum sempat ia melanjutkan, seorang gadis berjilbab juga menjawab salamnya dengan semangat 45(hehehe..:p)
“Waalaikumsalam!!!!”
Dan itu membuatnya terlihat konyol karna hanya ia seorang yang menjawab,jelaslah…karena kalimatnya memang belum selesai….
“dasar nisha”batin seseorang
“nama saya Farah Alfarahsifah kalian boleh memanggil saya farah,saya pindahan dari Bandung, mohon bantuan dari teman-teman”
Seorang anak yang terkenal dengan title “playboy” langsung nyerocos
“dari bandung atuh….pantas geulis pisan euyy..”
Kontan memnbuat suasana jadi gaduh.
“sudah-sudah, nah farah kamu boleh duduk damping Nisha,kalau ada kesulitan ada Rizky sebagai ketua kelas juga bakal membantu” pandangan tertuju pada seorang pemuda yang duduk dibangku paling belakang
“iya bu…”jawabnya singkat
Nisha pun menyambut Farah
“hai aku nisha aku senang banget akhirnya ada teman dikelas yang berjilbab juga”ceplosnya
“hai…aku Farah..mohon bantuannya ya..”
Bel istirahatpun berbunyi,para siswa langsung berhamburan, ada yang ke kantin, perpustakaan ataupun hanya sekedar “ngerumpi” bareng teman-temannya. Namun tidak demikian dengan Farah, sepeninggal Nisha ia hanya menyendiri dikelas. Menulis puisi.
Seseorang menghampirinya
“ hai aku Rizky..”sapa pemuda itu ramah
“Farah”
“kamu lagi ngapain..?
“aku lagi nulis kata-kata..”
“tentang apa?”tanyanya
“cinta…..”
“cinta….boleh aku dengar nggak”
“boleh”
“mencintai itu ibarat kamu menyentuh kaktus,ketika kamu menyentuhnya kamu akan merasakan sakit karna durinya, Namun setelah itu kamu akan tahu bahwa ada kehangatan didalamnya, begitupun ketika kamu memutuskan untuk mencintai seseorang kamu telah siap disakiti, tapi lebih dari semua itu kamu telah menemukan kedamaian….sejatinya…seberapapun banyak pena telah bertutur tentang cinta namun ketika cinta itu menhampiriku ia hanya akan menjadi asa yang tabu,aku hanya akan seperti keledai bodoh dihadapan cinta
Itu sih menurut aku…kalau
Menurut kamu cinta itu apa?
“cinta..??aku nggak ngerti yang gituan”jawabnya panic
“tapi aku pengen nanya deh Far….emang boleh perempuan berjilbab jatuh cinta??”
“ya iyalah …itukan fitrahnya manusia…manusiawi lagi…”
Saat tengah asyik berbincang-bincang bel pun berbunyi. Hari itu menjadi saksi terjalinnya hubungan persahabatan antara Farah, Rizky, Nisha dan teman-teman sekelasnya.
Suatu hari
“neng geulis….pujaan akang…”si Budi dengan gaya sok “cool” menghampiri Farah. Menurutnya nama boleh “kamseupay”tapii….tampang Brad Pitt donk(hehehe:P)
“akang…akang….kamu sih bukan akang”celetuk Nisha
“apa pale”Tanya aco yang aslinya Makassar
“yuyu kankang…itu tuh yang kepiting jelek di serial ande-ande lumut”
Kontan tawa semua murid pecah saat Nisha mengatakan itu.
“iya bo…cucok banget” Poppy menimpali dengan gaya kemayunya, cowok semarang itu mendapat predikat”miss universe” (????)
“Rizky …aku pengen nanya boleh nggak?”Tanya Farah saat jam istirahat berlangsung
“bolehlah…apa?”
“katanya Nisha kamu pernah ikut turnamen memanah ya….wakili Jakarta?”
“iya…Cuma aku kalah….”
“oh….alasan kamu suka memanah apa sih”
“aku memanah karena Rasulullah menyuruh para pemuda untuk belajar memanah bukan,,gini-gini aku sangat mengagumI beliau.”
“wah…alhamdulillah ya…sesuatu”timpal Nisha yang tiba-tiba saja datang.
“oh….kamu hebat ya….”
“tidak juga….tahu nggak yang ngalahin aku itu perempuan lho….aku memang nggak ketemu karna aku ngga sampai final langsung balik kerumah…kecewa sih….hehehe”
“Aku yakin kamu bisa menang tahun ini.
Lembayung dikota metropolitan terlihat sangat indah.panorama yamg langka.Semburat merah dilangit seolah menambah keindahan sore itu seorang pemuda dengan seragam putih abu-abunya keluar dari kompleks perunahan itu dengan wajah yang murung.
Ditempat lain, Diruangan serba putih gadis berjilbab itu berjalan sempoyongan
“apa…!!”
Gelap.
Pagipun menyambut.
“Rizky kamu aneh banget hari ini,,,kamu lagi marah ya sama kita”Tanya Farah
“iya…”
“kenepa???”
“kamu kenapa sih nggak juju aja…”
“masalah apa??”
“aku udah tau kamu adalah Yasmin gadis yang menjuarai lomba turnamen memanah tingkat Nasional yang aku ceritakan …aku kemarin kerumahmu aku lihat sendiri disan terpampang jelas fotomu yang sedang memegang piala memanah itu…
“aku nggak bermaksud….aku akan ceritakan kalau awaktunya tepat”
“setidaknya aku tau..dari awal persahabatan kita sudah diawali dengan ketidakjujuran…aku kecewa sama kamu”
“Rizky…”ia hanya bisa melihat punggung sahabatnya itu yang telah meninggalnya dikelas
“farah loe kenapa..?
“aku sedih nish…Rizky nggak mau temenan lagi sama aku..”
Merekapun hanyut dalam kesedihan itu.Tanpa sadar Farah menceritakan rahasia itu.Tentang penyakit tulang yang kini ia rasakan
“jadii…kamu tidak bisa memanah lagi??”
“ya..bahkan seumuur hidupku….lucu kan….seorang pemanah bahkan memegang panahpun sekarang tidak mampu..”
“Far,,,,”
Keesokan harinya diruangan kepala sekolah
“Rizky kamu mewakili sekolah kita untuk turnamen memanah bulan depan ya..”
“maaf pak…bukannya disekolah kita ada pemenang turnamen memanah tahun lalu??”
“oh Yasmin….dia mengundurkan diri”
“makasih pak”
Dengan tergesa-gesa dia memasuki kelasnya, ia pun menghampiri Farah
“Far….apa sih maksud kamu dengan ngundurin diri dari turnamen itu….lakukan yang terbaik buat sekolah kita…aku nggak suka cara kamu tau…”
“maafn aku tapi sekkarang kamu yang lebih pantas ikut turnamen itu mewakili sekolah kita”
“kamu…benar-benar nguji kesabaran aku ya Far..”ia pun berlalu
Di taman Nisha meghampiri Rizky
“riz…kamu kenapa si marah sama Farah…”
“aku nggak habis piker aja…kenapa coba dia ngundurin dir trus aku yang gantiian dia di turnamen…”
“riz..kayaknya kamu perlu tahu sesuatu deh”
“mengenai apa??”
“sebenarnya Farah didiagnosa memilki patah tulang yang parah pada tanganya ddia tidak bisa lagi memanah….jangankan memenah memegangnya pun sudah nggak mampu”
“apa??kamu kok nggak pernah cerita sih masalah ini”
“maaf…Farah yang ngelarang aku….”
“aku harus temuin dia”
Dikelas Farah seorang diri setelah tadi sempat diganggu sama si Budi namun kini kesedihan tengah menyelimutinya. Rikzy pun menghampiri
“Far…aku mau minta maaf sama kamu…tadi aku terlalu kasar sama kamu..aku nggak tahu yang sebenarnya terjadi…tapi Nisha udah cerita kok”
“ngga apa-apa kok…yah…aku sudah pension deh memanah..aku mau focus di nulis saja…kemarin cerpen ku dimuat dikoran….”
“Alhamdulillah ya…oh ya aku ingin kasih kamu sesuatu sebagai tanda persahabatan kita”
“apa?”
“sebentar ya..”sembari mengeluarka sesuatu dri tasnya
“ini….”
“panah…???”
“ya…coba dech lihat tulisan dibelakangnya”
“PANAH CINTA TITIPAN RASULULLAH”keduanya pun tertawa
“makasih ya..”
“yeee…seneng-seneng nggak ngajak-ngajak teman ni…payah…”Nisha menimpali
Dinding sekolahpun menjadi saksi bisu persahabatan yang terbingkai oleh cinta kepada Rasulullah itu.
#TAMAT#
“cinta itu memang sesuatu yang amat luar biasa….tapi ketika aku harus memilih cinta dengan persahabatan..aku akan memilih persahabatan…karena didalamnya pasti ada cinta…sedang dalam percintaan belum tentu ada persahabatan”
y
Komentar
Posting Komentar